Poetry Depresymphony

by Noestalgya

/
  • Streaming + Download

     

1.
Aku 09:37
Akulah Sebuah Kesalahan Akulah Sebuah Kebodohan Akulah Sebuah Keangkuhan Tertindas Terbakar Oleh Zaman Akulah Sebuah Kebencian Akulah Bentuk Kemunafikan Akulah Sebuah Kecerobohan Yang Tak Pernah Belajar Dari Kesalahan Akulah Sebuah Kebusukan Akal Kotor Tak Beriman Akulah Sebuah Kegagalan Termenung Sendiri Di Kehancuran Akulah Arti Penderitaan Bentuk Nyata Atas Siksaan Akulah Sebuah Kekecewaan Yang Tak Mampu Bangun Tuk Bertahan Akulah Sebuah Keserakahan Akulah Sebuah Kebohongan Akulah Sebuah Penyesalan Yang Hakiki Di Peradaban Akulah Setitik Kesadaran Akulah Sedikit Kebahagiaan Akulah Secerca Harapan Yang Kan Hilang Dalam Hitungan Akulah Sebuah Sandaran Bagi Siapa Yang Membutuhkan Namun Justru Ku Kehilangan Arah,Pijakan Dan Sandaran Akulah Sebuah Kegelapan Yang Tersembunyi Di Kesunyian Berdiri Diantara Kebaikan Menunggu Waktu Yang Diharapkan........
2.
Hampa 05:19
Kekosongan,Ketiadaan Kehampaan,Kebodohan Kegelapan,Kebencian Kesengsaraan,Keabadian Hanya Hampa Yang Terasa Hanya Kosong Yang Mendera Sunyi,Lengang,Sendiri Terbunuh Di Dalam Sepi Ilusi,Fatamorgana Bayangan Semu,Khayalan Darah,Luka Siksa,Hukuman Ku Menghakimi Diri Sendiri Atas Apa Yang Terjadi Ku Membenci Diri Sendiri Bunuh Dirilah Solusi Tanpa Arah,Tanpa Tujuan Ku Berjalan Di Kegelapan Tolong Bantu Aku Bangun Dari Mimpi Buruk Yang Panjang Hanya Hampa Di Dalam Jiwa Kedamaian Itu Tak Ada Kebencianlah Yang Sempurna Selamanya Di Dunia Yang Nista.
3.
Gelap Mengelilingi Suram Menyelimuti Dingin Menghantui Hampa Menaungi Bunga Yang Layu Ilusi Yang Sayu Jiwa Yang Pilu Tersiksa Selalu Dihantui Menghantui Terhantui Bayang Kenangan Sisa Kehidupan Masa Lalu Tempo Dulu Jiwa Bergetaran Batin Ketakutan Akal Terbekukan Sisa Kehancuran Tiap Malam Tiap Siang Tiap Waktu Memburu Menghantui Jiwaku Yang Sendu...
4.
Kebencian 05:56
Rasa Ini Membakar Jiwaku Yang Masih Tertartih Tuk Bangkit Akan Keterpurukan Masa Laluku Kebencianmu Pada Dirimu Hanya Menambah Kebencian Pada Diriku Kebencianku Pada Dirimu Merasuk Menguasai Sukmaku Dulu Ku Didzalimi Kini Ku Mengzalimi Kebencian Yang Ada Kini Merubah Menjadi Api Dendam Ku Hingga Kau Mati Ku Merasakan Perih Kau Harus Lebih Merasakan Pedih Ku Merasakan Dibenci Kau Harus Merasakan Mati Dendam Yang Membara Menunggu Saat Yang Tepat Untuk Terlampiaskan Dan Terbayar Semua Kebencian Akalku Menjadi Liar Meronta Tak Tentu Arah Karna Setitik Kebencian Yang Telah Tertanam..
5.
Aku Tenggelam Dalam Kepalsuan Mengabaika Kebenaran Mencari Kehancuran Penyesala Akan Selalu Datang Di Akhir Kisah Hidupku Yang Malang Ku Mencoba Sendiri Tanpa Berpikir dan Memahami Kegelapan Menaungi Kebencian Menyelimuti Hati dan Jiwa Yang Gersang Akan Kebahagiaan Ku Pergi Mengasingkan Diri Menutup Diri Dari Segala Yang Terjadi Seolah Tak Terjadi Apapun Dalam Hidup Ini Kini Ku Mengerti Untuk Apa Hidup Ini Aku Terjatuh Lagi Untuk Kedua Kali Berharap Surga Yang Kudapat Justru Neraka Yang Terlaknat Kini Kusadari Apapun Yang Terjadi Akulah Yang Mengerti Menjadi Apa Aku Nanti..
6.
7.
Obsesi 07:13
Ia Membuang Waktunya Masa Masanya Tak Berguna Masa Depannya Dikorbankan Obsesinya Yang Utama Apa Yang Dia Cari Apa Yang Dia Gali Dalam Obsesinya Hidup Dalam Kemunafikan Melakukan Yang Sebenarnya Dalam Hatinya Tak Ingin Dilakukan Hanya Untuk Mendapat Pujian Hanya Untuk Di perhatikan Begitu Naifnya Hidup Dibalik Topeng Drama Bersama Kelam Masa Lalunya Tak Berhenti Berpolah Tingkah Keluguanya Lenyap Kearifanya Menguap Hanya Kekalapan Dalam Naungan Setan Menjauh Dari Tuhan Menjauhi Keimanan Tubuhnya Tak Berdaya Biarpun Mencoba Dan Meronta Pikiranya Hanya Tertuju Pada Suatu Ideologi Mengabaikan Dan Mengorbankan Yang Sedang Dan Telah Terjadi Aku Bingung Apa Yang Dia Cari Ideologinya Kini Menjadi Obsesi Tiap Jam Dan Hari Difikirkan Tak Pernah Berhenti Namun Kini Ia Bingung Apakah Harus Berhenti dan Memulai Kembali Tujuan Hidupnya Sebelum Ideologi itu Muncul Ataukah Melanjutkan Ideologinya Yang Menyiksa itu Dan Tetap Menjadikanya Jati Diri Dan Kehilangan Tujuan Hidupnya...
8.
Hujan 05:26
Rintih Rintiknya Berguguran Membasuh Membasahi Yang Gersang Hati,Jiwa Yang Lebam Pun Tenang dan Tergenang Beban Berat Berasa Menakuti Perih,Pedih,Penderitaan Diri Terasa Asa Menguap Pengap Cahaya Kecil pun Mengecil Alunan Sentuhan Buaian Menggetarkan Roman Terhalus dan Terpendam Air Riak Berjatuhan Menggenang Sisa Perjalanan Panjang Berkilogram Garam dan Air Terubah Menguap Uap Udara Awan Di Langit Saling Berpapasan Turunlah Hujan Di Tingginya Kehidupan,Peradaban Di Awal ia Datang Sendu Sedih Sendiri Di Bilik Ini Menikmati Suhu Dan Keadaan Melupakan Mengupkan Emosi dan Elegi Gemercik Berisik Hujan Membangunkan Tatapan Kosong Akan Kenyataan Kenyataan Semu Tanpa Tepian Semu Kenyataan dan Semu Kebahagiaan..
9.
Terjatuh 05:16
Seperti Inikah..? Terus Menerus.. Menyesal,Kecewa Yang Mendalam Merasa Sudah Terlalu Lelah Ingin Rehat Jalan pun Terasa Buram Jatuh Begitu Dalam Jatuh Meninggalkan Luka Luka Yang Mengangga Ia pun Mengasingkan Diri Seolah Merasa Neraca Tuhan Tak Adil Kadang Pula Merasa Uang Receh pun Tak Punya Mungkin Karna Terjatuh Ia Menjadi Lupa Bahwa Ia Harus Bangun dan Memanjat Kini Ia Pergi 1000 Hari Lamanya Mengasingkan Diri,Kesepian Kadang Pula Cemburu dan Iri Atas Riwayat lain Yang Baik Ia Harus Sadar Kecongkakanyalah Yang Membuat Ia Tersandung,Terjatuh dan Mengubah Obsesinya..

about

New album from self proclaimed dark/space/noise ambient artist Noestalgya!

Spacey ambiance with whispers / spoken word style talking over the top. Very interesting.

TDT146

credits

released August 24, 2017

Noestalgya (Indonesia)

license

all rights reserved

tags

about

The Dark Thursday Auckland, New Zealand

A net label run by Jacob Daniel Levesque Baird for releasing my music and music submitted to me.

The Dark Thursday is now closed permanently.

contact / help

Contact The Dark Thursday

Streaming and
Download help

Shipping and returns

Redeem code

Report this album or account

If you like Poetry Depresymphony, you may also like: